Tingkatkan Kualitas Pengajaran, Yayasan Al Amin Gelar Pembinaan Guru Al-Qur’an Metode Ummi Bersama Umda Jember
SITUBONDO — Dalam rangka menjaga mutu pendidikan dan standarisasi pengajaran Al-Qur’an, Yayasan Al Amin Situbondo sukses menyelenggarakan kegiatan “Pembinaan Guru Al-Qur’an Metode Ummi” pada hari ini, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan edukatif yang berlangsung khidmat ini menghadirkan langsung pemateri ahli, yakni Ustadz Ibnu Abbas Saleh dari Ummi Daerah (Umda) Jember. Acara ini diikuti secara antusias oleh para asatidz dan tenaga pendidik Al-Qur’an dari berbagai unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Al Amin.
Fokus pada Standarisasi dan Ruhul Mudarris
Dalam pemaparannya, Ustadz Ibnu tidak hanya memberikan penyegaran terkait aspek teknis pengajaran seperti makharijul huruf, tajwid, dan manajemen kelas berbasis Metode Ummi. Beliau juga sangat menitikberatkan pada pentingnya ruhul mudarris (jiwa seorang pendidik).

Menurut beliau, seorang guru Al-Qur’an dituntut untuk memiliki keikhlasan, kesabaran tingkat tinggi, serta senantiasa menjadi teladan (uswah hasanah) yang baik bagi para santri didiknya.
Penerapan Metode Ummi sendiri telah menjadi salah satu program unggulan di pilar Tarbiyah Yayasan Al Amin, mulai dari jenjang KB/TK Yaa Bunayya, SD Integral Luqman Al Hakim, hingga SMP Integral Luqman Al Hakim. Metode ini dikenal luas dengan pendekatannya yang mengedepankan kasih sayang (pendekatan bahasa ibu). Melalui metode ini, anak-anak diharapkan dapat belajar membaca, tartil, dan menghafal Al-Qur’an dalam suasana yang menyenangkan, mudah, dan menyentuh hati.
Komitmen Yayasan Melahirkan Generasi Rabbani
Kegiatan pembinaan dan upgrading rutin seperti ini merupakan bukti komitmen nyata Yayasan Al Amin Situbondo dalam melayani umat. Dengan terus memfasilitasi peningkatan kapasitas (capacity building) para guru, yayasan menaruh harapan besar agar mutu bacaan dan hafalan siswa terus terjamin kelayakannya.
Langkah ini selaras dengan visi besar Yayasan Al Amin Hidayatullah: Membentuk generasi Rabbani yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan kelak mampu menebar manfaat bagi umat.
Acara pembinaan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab, di mana para peserta berkesempatan langsung berkonsultasi mengenai berbagai tantangan pengajaran Al-Qur’an yang mereka hadapi sehari-hari di kelas.
Redaktur : Abz